Rabu, 16 Mei 2012

Welcome to my Ancur blog

Selamat datang di blog gue yang super sederhana [bahkanbiasaaja] ini. Ini kesekian kalinya gue buat blog, dan doain supaya blog yang satu ini gak sama nasibnya sama sodaranya yang gue telantarkan [blog yang terpisah].
Gue gonta ganti blog bukan karena mau eksis, tapi emang dasar guenya aja yang pikun, beberapa dari mereka gue lupa passwordnya. Akhirnya blog blog itu gue telantarkan.. huhuhu.
Baidewei, nama gue mimin. Banyak orang menganggap nama gue unyu. Setelah gue tinjau *tsah* tidak ada kesan unyu yang terselip, tersisip, tercantum, atau apalah di balik, di depan, atas, bawah, kiri atau kanan nama gue. Bagi gue nama gue ini aneh binti somplak (itu menurut gue).
Gue pernah mendapati nama gue yang dicetak dengan huruf kapital, latar belakangnya putih, tulisannya perpaduan rage italic dan comic sans, terpampang dengan anggunnya di box ikan. Yak ! sekali lagi BOX IKAN soddara soddara ! Nama gue mungkin adalah nama terbeken untuk seonggok ikan itu, ataupun penjualnya. Sampai saat ini gue pingin liat sodara kembar gue itu. Tapi, gue urungkan karna gue takutnya kisah gue jadi kayak box ikan yang tertukar.
Mungkin dulu waktu nyokap ngelahirin gue, ada tukang ikan yang gak sengaja lewat di depan box bayi gue, karena takut ikannya akan terintimidasi dengan virus kecantikan kegilaan gue, akhirnya tuh tukang ikan salah ambil box. tertukarlah gue sama ikan kembaran gue itu.
Masih tentang nama gue, nama gue ini, mecing dengan nama seekor pocong di zaman 2003 atau taon berapalah itu. Namanya Pocong Mumun. Mulanya gue bangga, karena seenggaknya nama abstrak ini bisa juga masuk tipi. Tapi lama kelamaan, ketenaran itu menyihir kehidupan kemanusiaan gue, sejak saat itu gue sering dipanggil pocong *sumringah*.  Setelah itu title gue bertambah dari pocong gue dipanggil cong, poc, minpoc, genderuwo (haha. yang ini gak ding). Terakhir nama gue dihubungkan dengan film makhluk ruang angkasa yang kulitnya imut [item mutlak], rambutnya kayak sumbu kompor kena spiritus, perutnya buncit kayak moncongnya kudanil. kalo gak salah nama pilemnya Keluarga Minus. Sejak saat itu gue sering dipanggil Minus, Minu, Abang     Minu.
Eniwei, kayaknya editan postingan gue sampe disini aja dulu, soalnya gue lagi di warnet. Hahaha. Jangan salahkan bunda mengandung ya [whateper lah]. See ya bye bye ! mmuach !